Kita Tidak Lagi Mampu Menangis

tanah yg dulunya subur
kini diselaputi sampah berlumpur
kampung yg dulunya meriah
kini suram tanpa gelak tawa
rumah tempat berteduh
kini hanya tiang 2 yang sepi
mentari pagi menyinar
akan sisa sisa semalam
bagai muntah dari perut bumi
beronar dari santapan beracun
adakah hidup ini
tiada lagi yang membela, dibela
merempat di hujung kampung
dalam negara kaya raya
adakah dunia ini tiada lagi
sinar mentari yang pulang
membawa harapan dan cita
menghambat malam
melitupi sengsara dan duka
adakah lagi insan
yang hanya mampu menangis
melihat anak2 berduka di kaca TV
yang punya secebis cinta
buat penawar hati yang luka
yang milik setulus kasih
buat jiwa yang pedih tersisih
usah dihitung keringat yang menitis
usah dikira masa yg terkikis
atau wang yang habis
di atas harapan yang menipis
dan cita2 yang terguris
kita bangunkan semula insan2 pewaris
bina semula pelopor dan perintis
dari anak anak yang merintih
kerna
….kita tidak lagi mampu menangis!
Dr Nordin
Uitm shah alam 6 feb 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s